FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI LUARAN THERAPEUTIC PLASMA EXCHANGE PADA KRISIS MIASTENIA DI RSUPN CIPTO MANGUNKUSUMO

Penulis

  • Manfaluthy Hakim Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Ciptomangunkusumo, Jakarta
  • Triana Ayuningtyas Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Ciptomangunkusumo, Jakarta
  • Ahmad Yanuar Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Ciptomangunkusumo, Jakarta
  • Nadia Ayu Mulansari Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Ciptomangunkusumo, Jakarta
  • Winnugroho Wiratman Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Ciptomangunkusumo, Jakarta
  • Luh Ari Indrawati Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Ciptomangunkusumo, Jakarta
  • Astri Budikayanti Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Ciptomangunkusumo, Jakarta
  • Fitri Octaviana Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Ciptomangunkusumo, Jakarta

Abstrak

Pendahuluan: Krisis miastenia (KM) terjadi karena perburukan gejala miastenia gravis (MG) ditandai dengan gagal napas akut, pemanjangan intubasi pasca-timektomi atau kelemahan bulbar yang menyebabkan dispnoe. Therapeutic plasma exchange (TPE) telah diterima sebagai terapi lini pertama untuk KM. Keterbatasan sumber daya membuat tatalaksana TPE tidak ideal sesuai dengan rekomendasi American Society of Apheresis (ASFA). Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi luaran pasien KM di RSUPN Cipto Mangunkusumo yang menjalani TPE. Metode: Penelitian ini berdesain potong lintang dengan mengambil data sekunder kasus KM yang menerima TPE di RSUPN Cipto Mangunkusumo sejak Januari 2014-September 2018. Diagnosis KM didasarkan pada pemeriksaan klinis. Dilakukan analisis bivariat terhadap faktor-faktor yang diduga dapat mempengaruhi luaran TPE pada KM. Hasil: Sebanyak 38 kasus memenuhi kriteria inklusi. Luaran baik setelah menjalani TPE didapatkan pada 60,5% kasus. Awitan MG (p=0,039) dan jenis MG (p=0,001) memiliki hubungan bermakna dengan luaran TPE pada KM. MG awitan awal dan MG okular yang menjadi umum menunjukkan luaran yang lebih baik. Variabel spesifisitas antibodi menunjukkan trend kuat dalam mempengaruhi luaran TPE pada KM (p=0,055). Pasien KM yang menjalani TPE sesuai ASFA menunjukkan perbaikan klinis yang lebih cepat dibandingkan yang menjalani TPE tidak sesuai ASFA. Diskusi: MG awitan awal dan MG okular yang menjadi umum merupakan faktor yang dapat mempengaruhi luaran baik TPE pada KM. Penderita yang menjalani TPE sesuai ASFA menunjukan perbaikan klinis yang lebih cepat. Kata Kunci: ASFA, krisis miastenia, therapeutic plasma exchange

##submission.downloads##

Diterbitkan

2021-09-01

Cara Mengutip

Hakim, M., Ayuningtyas, T., Yanuar, A., Mulansari, N. A., Wiratman, W., Indrawati, L. A., Budikayanti, A., & Octaviana, F. (2021). FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI LUARAN THERAPEUTIC PLASMA EXCHANGE PADA KRISIS MIASTENIA DI RSUPN CIPTO MANGUNKUSUMO. Majalah Kedokteran Neurosains Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia, 38(4). Diambil dari https://ejournal.neurona.web.id/index.php/neurona/article/view/269

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>