HUBUNGAN KADAR ANTIBODI RESEPTOR ASETILKOLIN DENGAN DERAJAT KEPARAHAN PENYAKIT MIASTENIA GRAVIS DI RS CIPTO MANGUNKUSUMO

Penulis

  • Manfaluthy Hakim Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta
  • Fika Tiara Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta
  • Ahmad Yanuar Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta
  • Winnugroho Wiratman Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta
  • Luh Ari Indriawati Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta
  • Astri Budikayanti Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta
  • Fitri Octaviana Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.52386/neurona.v37i3.164

Abstrak

Pendahuluan: Antibodi reseptor asetilkolin (anti-AChR) merupakan antibodi utama dalam patogenesis penyakit miastenia gravis (MG). Pemeriksaan antibodi ini merupakan salah satu pemeriksaan penting dalam menegakkan diagnosa. Gambaran klinis MG dapat terbagi menjadi MG okular, MG generalisata dan MG bulbar. Tiap individu dapat memiliki derajat keparahan yang berbeda yang dinilai berdasarkan MG composite score (MG-cs). Tujuan: Untuk mengetahui adanya hubungan kadar anti-AChR dengan derajat keparahan penyakit MG berdasarkan MG-cs di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM). Metode: Penelitian ini merupakan studi potong lintang yang melibatkan pasien MG di RSCM pada bulan Januari 2017- November 2017. Kriteria inklusi subjek ialah pasien yang telah didiagnosa MG berusia 18-75 tahun. Pemeriksaan kadar anti-AChR dengan metode ELISA. Penilaian MG-cs dilakukan bersamaan dengan pengambilan sampel darah. Hasil: Didapatkan 72 subjek yang sesuai kriteria inklusi. Rerata usia subjek adalah 43 tahun (SD 12,56) dengan jenis kelamin perempuan lebih banyak (2,5:1). Gejala okular merupakan gejala terbanyak saat awitan (79,2%) dan early onset MG lebih banyak ditemukan (77,8%). Sebanyak 59,7% subjek memiliki seropositif anti-AChR. Tidak ada perbedaan bermakna seropositifitas anti-AChR pada kelompok berdasarkan jenis kelamin, usia awitan, tipe MG, dan pemberian terapi imunosupresan. Tidak didapatkan hubungan bermakna antara kadar anti-AChR dengan MG-cs (p=0,727). Diskusi: Kadar anti-AChR tidak berhubungan dengan derajat keparahan penyakit MG. Kata kunci: Antibodi reseptor asetilkolin, derajat keparahan MG, MG-cs

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2020-06-01

Cara Mengutip

Hakim, M., Tiara, F., Yanuar, A., Wiratman, W., Ari Indriawati, L., Budikayanti, A., & Octaviana, F. (2020). HUBUNGAN KADAR ANTIBODI RESEPTOR ASETILKOLIN DENGAN DERAJAT KEPARAHAN PENYAKIT MIASTENIA GRAVIS DI RS CIPTO MANGUNKUSUMO. Majalah Kedokteran Neurosains Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia, 37(3). https://doi.org/10.52386/neurona.v37i3.164

Terbitan

Bagian

Artikel Penelitian

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>