SINDROM PIRAMIDAL BILATERAL MENYERUPAI KLINIS SINDROM GUILLAIN-BARRE

Penulis

  • Putri Auliya Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RSUP Cipton Mangunkusumo, Jakarta
  • Ahmad Yanuar Safri Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RSUP Cipton Mangunkusumo, Jakarta
  • Taufik Mesiano Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RSUP Cipton Mangunkusumo, Jakarta
  • Winnugroho Wiratman Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RSUP Cipton Mangunkusumo, Jakarta
  • Fitri Octaviana Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RSUP Cipton Mangunkusumo, Jakarta
  • Manfaluthy Hakim Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RSUP Cipton Mangunkusumo, Jakarta

Abstrak

Seorang pria, 35 tahun, datang dengan kelemahan keempat anggota gerak dengan pola ascending. Pasien awalnya mengalami kelemahan tungkai kanan, dilanjutkan tungkai kiri dalam waktu 3 jam, dan ke kedua lengan dalam waktu 1 hari. Pasien dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD) dan dalam 4 hari pasien menjadi tetraplegi, kelemahan pita suara, dan sesak yang harus dibantu oleh ventilator. Dilakukan pungsi lumbal lalu plasmaparesis tetapi tidak didapatkan perbaikan. Selanjutnya pasien dilakukan magnetic resonance imaging (MRI) dan didapatkan gambaran infark subakut pada piramidal medulla oblongata bilateral dalam bentuk “heart shape”. Pasien dilakukan rehabilitasi dan diberikan terapi preventif stroke sekunder. Klinis pasien yang sangat mirip dengan klinis sindrom Guillain-barre menyebabkan tertundanya diagnosis stroke, sehingga terapi yang tepat menjadi tertunda. Disisi lain, kedua sindrom ini dapat mengancam nyawa karena dapat terjadi gagal nafas sedangkan tatalaksana dari kedua kasus sangat berbeda. Kata Kunci: SGB, sindrom piramidal bilateral, sindrom Guillain-barre, stroke

##submission.downloads##

Diterbitkan

2021-09-01

Cara Mengutip

Auliya, P., Safri, A. Y., Mesiano, T., Wiratman, W., Octaviana, F., & Hakim, M. (2021). SINDROM PIRAMIDAL BILATERAL MENYERUPAI KLINIS SINDROM GUILLAIN-BARRE. Majalah Kedokteran Neurosains Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia, 38(4). Diambil dari https://ejournal.neurona.web.id/index.php/neurona/article/view/264

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>