KEJADIAN STROKE ISKEMIK PADA PASIEN POSITIF COVID-19 TERKONFIRMASI DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS INDONESIA

Penulis

  • Rakhmad Hidayat Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/ RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Rumah Sakit Universitas Indonesia, Jawa Barat
  • Gemia Clarisa Fathi Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/ RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Rumah Sakit Universitas Indonesia, Jawa Barat
  • Ramdinal Aviesena Zairinal Rumah Sakit Universitas Indonesia, Jawa Barat
  • Raden Rara Diah Handayani Rumah Sakit Universitas Indonesia, Jawa Barat
  • Mohammad Kurniawan Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/ RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta
  • Taufik Mesiano Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/ RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta
  • Al Rasyid Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/ RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
  • Salim Harris Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/ RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Abstrak

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) tidak hanya mengganggu sistem pernapasan, penyakit tersebut dapat mengganggu berbagai sistem organ salah satunya sistem saraf pusat. Indonesia masih memiliki sedikit literatur yang membahas tentang COVID-19 dan kaitannya terhadap penyakit stroke iskemik. Studi ini bertujuan untuk melaporkan perjalanan kasus stroke iskemik pada pasien yang telah dikonfirmasi positif COVID-19. Seorang pria berusia 56 tahun datang dengan COVID-19 terkonfirmasi, pasien memiliki riwayat diabetes mellitus tipe 2 dan juga riwayat dislipidemia. Pada awal datang pasien tidak mengeluhkan gejala-gejala penyakit neurologis, tetapi setelah 12 hari perawatan pasien mengeluhkan adanya kelemahan pada sisi kiri tungkai atas. Hasil CT scan kepala dengan kontras didapatkan adanya infark di daerah perifer, CT perfusi ditemukan pasien dalam keadaan hipoperfusi pada area hemisfer cerebri kanan tanpa adanya inti infark yang luas maupun defek perfusi mismatch yang jelas. Pada CT angiografi tidak tampak stenosis atau oklusi arteri pembuluh darah besar. Dapat disimpulkan bahwa stroke iskemik pada pasien COVID-19 dapat terjadi karena berbagai faktor yang mendasari, salah satunya yaitu hiperkoagulabilitas. Kata kunci: COVID-19, Rumah Sakit Universitas Indonesia, stroke

##submission.downloads##

Diterbitkan

2021-03-01

Cara Mengutip

Hidayat, R., Clarisa Fathi, G., Aviesena Zairinal, R., Diah Handayani, R. R., Kurniawan, M., Mesiano, T., Rasyid, A., & Harris, S. (2021). KEJADIAN STROKE ISKEMIK PADA PASIEN POSITIF COVID-19 TERKONFIRMASI DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS INDONESIA. Majalah Kedokteran Neurosains Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia, 38(2). Diambil dari https://ejournal.neurona.web.id/index.php/neurona/article/view/230

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama