HUBUNGAN PARAMETER KEBUGARAN FISIK DENGAN SINDROMA FRAILTY PADA LANSIA DI JAKARTA

Penulis

  • Rayner Abdiwijaya Hariyanto Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
  • Linda Suryakusuma
  • Yvonne Suzy Handajani
  • Yuda Turana

Abstrak

Pendahuluan: Frailty merupakan sindrom geriatri yang bersifat multifaktorial akibat hilangnya kemampuan tubuh dalam menghadapi stresor akibat penuaan. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Asenso et.al didapatkan prevalensi frailty global sebesar 13,6%.

Tujuan: Mendapatkan gambaran mengenai hubungan parameter kebugaran fisik dengan sindroma frailty pada lansia.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang yang melibatkan 98 responden berusia 60 tahun ke atas. ADL diukur menggunakan Barthel Index, keseimbangan diukur menggunakan Berg Balance Scale, dan aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner SQUASH dengan batasan berdasarkan GPAQ. Status frailty dinilai menggunakan Fried frailty phenotype.

Hasil: Dari 98 responden, mayoritas adalah perempuan (71,4%), berusia 60-74 tahun (74,5%), dengan tingkat pendidikan tinggi (51%). Sebanyak 18,4% dari lansia mengalami frailty. Analisis chi-square menunjukkan bahwa faktor-faktor signifikan adalah usia (p<0,001; RO: 7,408), ADL (p=0,019; RO: 3,944), keseimbangan (p=0,042; RO: 7,800), dan aktivitas fisik (p=0,014; RO: 3,714). Analisis multiple logistic regression menunjukkan bahwa usia adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap frailty (p=0,002; RO: 6,209) diikuti oleh aktivitas fisik (p=0,030; RO: 3,834).

Diskusi: Usia, ADL, keseimbangan, dan aktivitas fisik ditemukan memiliki hubungan yang bermakna terhadap frailty. Di antara faktor-faktor ini, usia diidentifikasi sebagai faktor yang paling berpengaruh.

Kata Kunci: ADL, aktivitas fisik, frailty, keseimbangan, lansia, usia.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-03-27

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>