KEJADIAN IKUTAN NEUROLOGIS PADA TENAGA KESEHATAN RUMAH SAKIT RUJUKAN COVID-19 PASCA VAKSINASI MRNA-1273 BOOSTER

Penulis

  • Rakhmad Hidayat Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta; Rumah Sakit Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat
  • Muhammad Hafiz Aini Rumah Sakit Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat
  • Zlatikha Djuliannisaa Research intern, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat
  • Alyssa Putri Mustika Research intern, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat
  • Mohammad Kurniawan Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta
  • Taufik Mesiano Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta
  • Al rasyid Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta
  • Salim Harris Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta

Abstrak

Pendahuluan: Keefektivan vaksin dalam mengurangi penyebaran COVID-19 telah terbukti yang ditunjukkan dengan penurunan angka rawat inap dan kematian karena COVID-19. Saat ini, tenaga kesehatan Indonesia sudah divaksin lengkap lebih dari enam bulan. Untuk itu pemerintah memikirkan vaksinasi dosis ketiga sebagai booster bagi tenaga kesehatan di Indonesia dengan menggunakan vaksin mRNA-1273 (Moderna). Sampai saat ini, belum diketahui efektivitas hasil booster, namun ditemukan keluhan efek samping dari vaksinasi. Tujuan: untuk mengetahui efek samping neurologis dari vaksin Moderna yang selama ini belum diketahui dan belum dilakukan di Indonesia. Metode: Desain penelitian ini adalah kohort prospektif dengan data dikumpulkan secara primer menggunakan google form yang diisi tenaga kesehatan RSUI yang mendapatkan vaksin booster Moderna. Analisis dilakukan dengan metode Chi-square secara studi komparatif dengan SPSS 20. Hasil: Riwayat KIPI pada vaksin sebelumnya secara signifikan mempengaruhi terjadinya KIPI sakit kepala dan demam pada subjek yang menerima vaksin booster Moderna serta derajat keparahan KIPI yang terjadi (P<0,05). Penggunaan obat rutin meningkatkan kemungkinan tidak terjadinya KIPI pada pasien walau tidak signifikan. Derajat keparahan KIPI dipengaruhi pula oleh IMT dan konsumsi obat rutin (P<0,05), sementara penggunaan obat antipiretik untukKIPI dipengaruhi oleh riwayat KIPI sebelumnya (P<0,05). Diskusi: Riwayat KIPI yang terjadi sebelumnya memiliki pengaruh erat terhadap jenis KIPI, derajat berat KIPI, dan akseptibilitas terhadap KIPI yang terjadi pasca vaksinasi booster Moderna. Konsumsi obat rutin diketahui memiliki peran dalam kejadian KIPI. Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk memahami lebih detail mengenai hubungan faktor-faktor tersebut dengan KIPI vaksin Moderna. Kata Kunci: COVID-19, kejadian ikutan pasca imunisasi, tenaga kesehatan, vaksin moderna

##submission.downloads##

Diterbitkan

2021-09-01

Cara Mengutip

Hidayat, R., Aini, M. H., Djuliannisaa, Z., Mustika, A. P., Kurniawan, M., Mesiano, T., rasyid, A., & Harris, S. (2021). KEJADIAN IKUTAN NEUROLOGIS PADA TENAGA KESEHATAN RUMAH SAKIT RUJUKAN COVID-19 PASCA VAKSINASI MRNA-1273 BOOSTER. Majalah Kedokteran Neurosains Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia, 38(4). Diambil dari https://ejournal.neurona.web.id/index.php/neurona/article/view/273

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama