KEGIATAN KEAGAMAAN, RISIKO VASKULAR, APOΕ ε4 , DAN HUBUNGANNYA DENGAN PENURUNAN FUNGSI KOGNITIF LANSIA PENDIDIKAN RENDAH

Penulis

  • Sagita Pratiwi Sugiyono Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta
  • Yuda Turana Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta
  • Yvonne Suzy Handajani Pusat Penelitian Kesehatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta
  • Nelly Tina Widjaja Pusat Penelitian Kesehatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta
  • Linda Suryakusuma Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta

Abstrak

Pendahuluan: Prevalensi lansia berpendidikan rendah di Indonesia masih tinggi, sedangkan pendidikan rendah adalah faktor risiko mayor dalam penurunan fungsi kognitif. Banyak faktor-faktor lain yang masih kontroversial dalam kaitannya dengan penurunan fungsi kognitif. Tujuan: Penelitian ini fokus pada kegiatan keagamaan, kadar kolesterol, APOE ε4, dan kaitannya dengan penurunan fungsi kognitif pada lansia yang sudah mempunyai faktor risiko kuat, yaitu pendidikan rendah. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif analitik dengan desain kohort. Diikuti oleh 154 responden lansia pendidikan rendah dengan waktu follow up 2-3 tahun. Variabel bebas adalah kegiatan keagamaan, risiko vaskular, APOE ε4, serta karakteristik demografis. Varibel terikat adalah penurunan fungsi kognitif yang dinyatakan dengan penurunan skor MMSE ≥2 dibandingkan dengan data awal. Hasil: Rerata usia dari 154 partisipan adalah 70,5±7,9 tahun, dengan mayoritas adalah perempuan (73,4%). Kegiatan keagamaan dan kadar kolesterol mempunyai hubungan bermakna dengan penurunan fungsi kognitif pada lansia pendidikan rendah (p<0,05; RR=1,6; RR=1,5), sedangkan faktor lain, seperti APOE ε4, jenis kelamin, usia, status kawin, hipertensi, status gizi, diabetes melitus, merokok, dan depresi tidak mempunyai hubungan yang bermakna (p>0,05). Pada analisis multivariat kadar kolesterol dan kegiatan keagamaan mempunyai hubungan bermakna dengan risiko relatif 2,97 dan 2,3. Diskusi: Kadar kolesterol ≥200 mg/dL dan mengikuti kegiatan keagamaan yang merupakan faktor protektif dalam penurunan fungsi kognitif pada lansia pendidikan rendah. Kata kunci: APOE ε4, kegiatan keagamaan, lansia, pendidikan rendah, risiko vaskular

##submission.downloads##

Diterbitkan

2021-09-01

Cara Mengutip

Sugiyono, S. P., Turana, Y., Handajani, Y. S., Widjaja, N. T., & Suryakusuma, L. (2021). KEGIATAN KEAGAMAAN, RISIKO VASKULAR, APOΕ ε4 , DAN HUBUNGANNYA DENGAN PENURUNAN FUNGSI KOGNITIF LANSIA PENDIDIKAN RENDAH. Majalah Kedokteran Neurosains Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia, 38(4). Diambil dari https://ejournal.neurona.web.id/index.php/neurona/article/view/261

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama