TERAPI PREDNISON MEMBERIKAN LUARAN KLINIS YANG BAIK PADA MIOSITIS POST VAKSINASI

Penulis

  • Ivan Santosa Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia
  • Yudy Goysal Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia
  • Andi Kurnia Bintang Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia
  • Cahyono Kaelan Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

Abstrak

Anak perempuan usia 6 tahun dikonsul dari departemen Pediatri ke Poliklinik Neurologi RS Wahidin Sudirohusodo Makassar dengan diagnosis neuropati. Anak mengeluhkan lemah pada kedua tungkai yang dialami 1 bulan sebelum berobat, sulit menggapai posisi berdiri dari duduk atau jongkok. Pada saat posisi berdiri, anak dapat berjalan cukup normal, tidak ada gangguan gaya berjalan, tetapi kesulitan untuk menaiki anak tangga, nyeri pada kedua tungkai. Riwayat penyuntikan vaksin difteri tetanus (Td) di lengan kanan atas secara intramuskular. Program vaksinasi sejak bayi sampai sekarang lengkap. Pemeriksaan fisik anak, tanda vital dalam batas normal, terdapat slight paraparesis, refleks patella menurun, refleks patologis tidak ada. Pemeriksaan saraf sensorik dan otonom normal, terdapat tanda Gower. Hasil laboratorium SGOT 134, SGPT 49, LDH 1584, Creatine Kinase (CK) 1922,80. Hasil pemeriksaan biopsi otot dilaporkan suatu miositis. Pemberian terapi prednison memberikan perbaikan klinis yang cukup signifikan. Kata kunci: miositis, prednison, vaksinasi  

##submission.downloads##

Diterbitkan

2021-03-01

Cara Mengutip

Santosa, I., Goysal, Y., Kurnia Bintang, A., & Kaelan, C. (2021). TERAPI PREDNISON MEMBERIKAN LUARAN KLINIS YANG BAIK PADA MIOSITIS POST VAKSINASI. Majalah Kedokteran Neurosains Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia, 38(2). Diambil dari https://ejournal.neurona.web.id/index.php/neurona/article/view/228

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama