PASCAOPERASI ADENOMA HIPOFISIS: HUBUNGAN ANTARA DURASI AWITAN DENGAN LUARAN KLINIS VISUS DAN LAPANG PANDANG

Penulis

  • Renindra Ananda Aman Departemen Bedah Saraf FK Universitas Indonesia/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Indonesia
  • Reki Setiawan Departemen Bedah Saraf FK Universitas Indonesia/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Indonesia
  • Retno Asti Werdhani Departemen Bedah Saraf FK Universitas Indonesia/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Indonesia
  • Samsul Ashari Departemen Bedah Saraf FK Universitas Indonesia/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Indonesia
  • David Tandian Departemen Bedah Saraf FK Universitas Indonesia/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Indonesia
  • Syaiful Ichwan Departemen Bedah Saraf FK Universitas Indonesia/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Indonesia
  • Affan Priyambodo Departemen Bedah Saraf FK Universitas Indonesia/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Indonesia
  • Setyo Widi Nugroho Departemen Bedah Saraf FK Universitas Indonesia/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52386/neurona.v37i3.161

Abstrak

Pendahuluan: Adenoma hipofisis dapat menyebabkan penurunan visus dan penyempitan lapangan pandang. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa lama keluhan berhubungan secara signifikan dengan hasil klinis. Sebagai rumah sakit pusat rujukan nasional, semua pasien adenoma hipofisis yang datang ke RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) dirujuk dari dokter spesialis mata, ahli saraf, dan ahli bedah saraf dari institusi lain. Tujuan: Dalam penelitian ini, kami meneliti hubungan antara durasi, yang dihitung dari saat gejala pertama kali muncul ke waktu operasi, dan hasil visus dan lapang pandang pada pasien adenoma hipofisis yang menjalani operasi transfenoidal. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian restrospektif pada pasien adenoma hipofisis yang menjalani operasi transsfenoidal antara 2015-2017 di RSCM. Durasi antara awitan gejala dan operasi dihitung dalam bulan. Pemeriksaan visus dan lapang pandang dilakukan 1 hari sebelum operasi dan dalam 1 hingga 2 bulan pascaoperasi. Hasil: Terdapat 71 pasien (36 pria, 35 wanita) dengan penurunan visus dan lapang pandang menyempit, dengan usia rata-rata 42 tahun (20-77 tahun). Durasi rata-rata awitan untuk kedua gejala adalah 12 bulan (1-108 bulan). Sebanyak 40,5% pasien mengalami peningkatan visus pascaoperasi, dengan durasi rata-rata awitan 11 bulan. Peningkatan lapang pandang dialami pada 67,6% pasien, dengan durasi rata-rata awitan 12 bulan. Diskusi: Kesimpulan penelitian terdapat hubungan bermakna secara statistik antara durasi awitan sampai dilakukan tindakan operasi dengan luaran klinis lapang pandang. Perbaikan lapang pandang didapatkan pada pasien yang memiliki durasi awitan sampai dilakukan tindakan operasi sampai dengan 12 bulan. Kata kunci: Adenoma hipofisis, lapang pandang, operasi transfenoidal, visus

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2020-06-01

Cara Mengutip

Ananda Aman, R., Setiawan, R., Asti Werdhani, R., Ashari, S., Tandian, D., Ichwan, S., Priyambodo, A., & Widi Nugroho, S. (2020). PASCAOPERASI ADENOMA HIPOFISIS: HUBUNGAN ANTARA DURASI AWITAN DENGAN LUARAN KLINIS VISUS DAN LAPANG PANDANG. Majalah Kedokteran Neurosains Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia, 37(3). https://doi.org/10.52386/neurona.v37i3.161

Terbitan

Bagian

Artikel Penelitian

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama