Prediksi Hiperlaktatemia Terhadap Sepsis Dan Luaran Buruk Pada Pasien Intracerebral Hemorrhage

Penulis

  • Retnaningsih Departemen Neurologi FK Undip/ RSUP dr Kariadi
  • Dodik Tugasworo
  • Ageng Priatmaja
  • Supardi

Abstrak

Pendahuluan: Sepsis adalah komplikasi dan penyebab utama mortalitas pada pasien intracerebral hemorrhage (ICH) di ICU. Serum asam laktat digunakan sebagai marker biokimia prognostik sepsis.

Tujuan: Studi ini bertujuan menilai hubungan kadar asam laktat serum terhadap kejadian sepsis dan outcome klinis pasien ICH di ICU RSUP dr. Kariadi.

Metode: Studi kohort observasional retrospektif dengan 30 pasien ICH di ICU tahun 2024. Uji normalitas data dilakukan dengan Shapiro-Wilk; data non-normal diuji dengan Mann-Whitney U, dan data kategori diuji dengan Chi-square.

Hasil: Dari 30 pasien (12 laki-laki, 18 perempuan), 20 mengalami hiperlaktatemia (>2 mmol/L). Kelompok hiperlaktatemia memperlihatkan insidensi sepsis lebih tinggi (90% vs. 50%, p=0,014), MODS (70% vs. 30%, p=0,037), NLR tinggi (>8; 80% vs. 40%, p=0,028), durasi ventilator (>8 hari; 75% vs. 40%, p=0,007), dan LOS (>8 hari; 75% vs. 40%, p=0,007).

Diskusi: Monitoring serum asam laktat dapat dilakukan rutin pada pasien ICH di ICU sebagai penanda prognosis sepsis dan deteksi dini komplikasi. Penelitian multivariat prospektif lebih besar diperlukan untuk validasi temuan.

Kata kunci: ICU, perdarahan intraserebral, asam laktat, prognosis, sepsis

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-03-27

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama