PEMILIHAN MONTASE TDCS KORTEKS MOTORIK DALAM PRAKTIK NEURORESTORASI: PERSPEKTIF PEMODELAN MEDAN LISTRIK

Penulis

  • Amanda Tiksnadi

DOI:

https://doi.org/10.52386/neurona.v42i3.947

Abstrak

Pendahuluan:

Berbagai montase transcranial direct current stimulation (tDCS) digunakan untuk stimulasi korteks motorik primer (M1), namun pemilihannya sering didasarkan pada kebiasaan klinis tanpa mempertimbangkan perbedaan distribusi medan listrik yang dihasilkan.

Tujuan:

Menganalisis karakteristik distribusi medan listrik pada beberapa montase tDCS yang umum digunakan untuk stimulasi M1 kiri dan mendiskusikan implikasinya dalam praktik neurorestorasi.

Metode:

Simulasi dilakukan menggunakan SimNIBS berbasis finite element method (FEM) pada model kepala Ernie Extended. Lima montase dianalisis, yaitu C3–C4, C3–Fp2, C3–Fp1, C3–deltoid kanan (RDt), dan C3–deltoid kiri (LDt), dengan anoda pada C3 dan arus 2 mA. Analisis dilakukan pada area C3, Cz, dan C4.

Hasil:

Distribusi medan listrik berbeda pada setiap montase. Montase C3–C4 menghasilkan keterlibatan area sensorimotor medial dan hemisfer kontralateral terbesar, sedangkan C3–Fp1 menunjukkan distribusi yang paling terlokalisasi pada hemisfer target. Montase C3–Fp2 menghasilkan intensitas medan listrik tertinggi pada area target C3. Montase ekstrasefalik C3-RDt dan C3-LDt menunjukkan keterlibatan hemisfer kontralateral yang relatif lebih rendah dibandingkan montase bihemisferik.

Diskusi:

Lokasi elektroda kedua secara bermakna memengaruhi distribusi medan listrik pada jaringan sensorimotor. Setiap montase memiliki karakteristik rekrutmen jaringan yang berbeda sehingga pemilihannya sebaiknya disesuaikan dengan tujuan neuromodulasi dan kondisi klinis yang mendasarinya.

 

Kata Kunci:

finite element methods, FEM, neuromodulasi, neurorestorasi, korteks motorik primer, transcranial direct current stimulation, tDCS.

 

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2026-08-02

Terbitan

Bagian

Artikel Penelitian