Hubungan Antara Ekspresi Reseptor Progesteron dengan Grade Histopatologi Meningioma di RSSA Malang
Abstrak
Latar Belakang: Meningioma adalah sekelompok tumor yang sebagian besar jinak dan tumbuh lambat yang berasal dari sel meningotel lapisan araknoid otak dan medula spinalis. Meningioma ditemukan pada satu per tiga dari keseluruhan tumor pada susunan saraf pusat.
Tujuan: untuk mengetahui hubungan ekspresi reseptor progesteron terhadap derajat histopatologi meningioma di Indonesia khususnya di RSSA Malang.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik cross sectional. Sampel penelitian adalah blok paraffin dari kasus meningioma di Instalasi Patologi Anatomi yang didapatkan sejak tahun 2017 hingga tahun 2020. Teknik pengumpulan data melalui pembuatan preparat histopatologi, pembuatan preparat imunohistokimia, dan evaluasi imunohistokimia. Analisis data dilakukan dengan SPSS versi 20.
Hasil Penelitian: Mayoritas kasus meningioma di RSSA Malang adalah perempuan, berusia 41-50 tahun, berlokasi di regio frontal, memiliki derajat histopatologi I, dan memiliki ekspresi reseptor progesteron skor 4. Uji chi square menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara ekspersi reseptor progesteron. Uji regresi logistik parsial menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara jenis kelamin, usia, dan lokasi dengan derajat histopatologi meningioma. Uji regresi logistik multinomial menunjukkan bahwa jenis kelamin, usia, dan lokasi lesi tidak meningkatkan atau menurunkan risiko (odds ratio) yang signifikan terhadap derajat histopatologi meningioma.
Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan antara ekspresi reseptor progesteron dan derajat histopatologi meningioma dan tidak ada hubungan antara jenis kelamin, usia, dan lokasi lesi dengan derajat histopastologi meningioma dan tidak ada peningkatan risiko derajat histopatologi yang signifikan karena jenis kelamin, usia, atau lokasi lesi.








