TERAPI HIPEROSMOLAR SEBAGAI TATA LAKSANA EDEMA SEREBRI PASCACEDERA KEPALA: LAPORAN KASUS BERBASIS BUKTI

Penulis

  • Ramdinal Aviesena Zairinal Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta
  • Irma Savitri Madjid Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta
  • Yetty Ramli Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta
  • Diatri Nari Lastri Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta
  • Adre Mayza Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.52386/neurona.v36i1.49

Abstrak

    HYPEROSMOLAR THERAPY FOR CEREBRAL EDEMA POST TRAUMATIC BRAIN INJURY: AN EVIDENCE-BASED CASE REPORTABSTRACTMannitol is an agent widely used to treat hyperosmolarity in cases of increased intracranial pressure after acute traumatic brain injury (TBI). Hypertonic saline is an alternative agent in such cases but is still not well-recognized in daily practice. Thus, a literature searching was conducted to see whether mannitol is more effective and safer than hypertonic saline in reducing intracranial pressure in patients with cerebral edema post TBI. The results of literature searching using PubMed, Google Scholar, and Cochrane Database of Systematic Review showed that there is no clear evidence suggesting mannitol is better than hypertonic saline, and vice versa. Therefore, hypertonic saline should be considered as an alternative treatment for hyperosmolarity besides mannitol.Keywords: Cerebral edema, hyperosmolar therapy, hypertonic saline, mannitol, traumatic brain injuryABSTRAKManitol sebagai agen terapi hiperosmolar untuk menurunkan tekanan intrakranial (TIK) pascacedera kepala telah digunakan secara luas. Sementara pilihan lainnya, yaitu larutan salin hipertonik, masih jarang diaplikasikan pada praktik sehari-hari. Oleh karena itu, dilakukan pencarian literatur untuk menilai efektivitas dan keamanan manitol dibandingkan larutan  salin  hipertonik  dalam  menurunkan  tekanan  intrakranial  berdasarkan  kasus  pasien  yang  mengalami  edema serebri pascacedera kepala. Hasil pencarian di PubMed, Google Scholar, dan Cochrane Database of Systematic Review menunjukkan belum ada bukti ilmiah yang secara tegas menyimpulkan manitol lebih efektif dan aman daripada larutan salin hipertonik maupun sebaliknya. Oleh karena itu, larutan salin hipertonik dapat dijadikan alternatif terapi hiperosmolar selain manitol.Kata kunci: Cedera kepala, edema serebri, manitol, salin hipertonik, terapi hiperosmolar

Biografi Penulis

Ramdinal Aviesena Zairinal, Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta

     

Irma Savitri Madjid, Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta

    

Yetty Ramli, Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta

   

Diatri Nari Lastri, Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta

  

Adre Mayza, Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta

 

##submission.downloads##

Diterbitkan

2018-12-01

Cara Mengutip

Zairinal, R. A., Madjid, I. S., Ramli, Y., Lastri, D. N., & Mayza, A. (2018). TERAPI HIPEROSMOLAR SEBAGAI TATA LAKSANA EDEMA SEREBRI PASCACEDERA KEPALA: LAPORAN KASUS BERBASIS BUKTI. Majalah Kedokteran Neurosains Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia, 36(1). https://doi.org/10.52386/neurona.v36i1.49

Terbitan

Bagian

Articles