PRESERVASI FUNGSI NEUROKOGNITIF PADA PASIEN METASTASIS OTAK YANG MENJALANI RADIOTERAPI

Penulis

  • Ayu Santika Santaningrum Unit Pelayanan Onkologi Radiasi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta
  • Henry Kodrat Unit Pelayanan Onkologi Radiasi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta

Abstrak

Metastasis otak merupakan faktor mortalitas dan morbiditas utama pada pasien kanker, menunjukkan prognosis yang buruk terhadap kesintasan pasien. Whole-brain radiotherapy (WBRT) masih menjadi pilihan modalitas terapi yang banyak dilakukan untuk memperpanjang kesintasan pada pasien dengan metastasis otak. Penurunan fungsi neurokognitif pasca WBRT mempengaruhi kualitas hidup pasien, sehingga mendorong perkembangan teknik dan strategi dalam terapi radiasi pasien metastasis otak. Stereotactic radiosurgery (SRS) menunjukkan preservasi fungsi kognitif dan peningkatan kualitas hidup pada pasien dengan jumlah lesi metastasis terbatas, dengan gambaran kesintasan yang lebih baik pada usia ≤50 tahun. Pada pasien yang mendapatkan WBRT, teknik hippocampal avoidance (HA)-WBRT, penambahan memantine, ataupun kombinasi keduanya menunjukkan preservasi neurokognitif yang secara bermakna lebih baik, tanpa mempengaruhi toksisitas maupun kesintasan pasien metastasis otak. Kata kunci: hippocampal avoidance, memantine, metastasis otak, stereotactic radiosurgery, whole-brain radiotherapy

##submission.downloads##

Diterbitkan

2021-03-01

Cara Mengutip

Santika Santaningrum, A., & Kodrat, H. (2021). PRESERVASI FUNGSI NEUROKOGNITIF PADA PASIEN METASTASIS OTAK YANG MENJALANI RADIOTERAPI. Majalah Kedokteran Neurosains Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia, 38(2). Diambil dari https://ejournal.neurona.web.id/index.php/neurona/article/view/232

Terbitan

Bagian

Articles