PENGGUNAAN TOKSIN BOTULINUM-A DENGAN PANDUAN ULTRASONOGRAFI SEBAGAI TERAPI SINDROM PIRIFORMIS REKUREN: SERIAL KASUS

Penulis

  • Yusak Mangara Tua Siahaan Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan/SMF Neurologi RS Siloam Karawaci

DOI:

https://doi.org/10.52386/neurona.v37i4.178

Abstrak

Sindrom piriformis (SP) merupakan sindrom klinis dengan keluhan nyeri pantat menjalar ke tungkai sisi unilateral yang disebabkan penekanan saraf skiatik oleh otot piriformis. Beberapa modalitas terapi SP antaralain terapi oral, fisik, intervensi hingga pembedahan. Terapi injeksi intramuskular merupakan terapi intervensi bagi pasien yang mengalami nyeri hebat atau mengalami kegagalan terapi oral dan/atau terapi fisik. Terapi injeksi intramuskular umumnya berupa penggunaan anestesi lokal, kortikosteroid maupun toksin Botulinum A. Studi ini mewakili lima kasus SP yang mengalami kekambuhan dalam periode singkat pada 4 perempuan dan 1 laki-laki dengan variasi usia 32-43 tahun. Keseluruhan kasus mengeluhkan gejala klasik dengan onset subakut-kronik juga riwayat pengobatan konservatif dan intervensi. Perbaikan jangka panjang (>9 bulan) dialami pascainjeksi toksin-botulinum-A dengan panduan ultrasonografi. Kata Kunci: Sindrom piriformis, terapi injeksi, toksin botulinum

##submission.downloads##

Diterbitkan

2020-09-01

Cara Mengutip

Mangara Tua Siahaan, Y. (2020). PENGGUNAAN TOKSIN BOTULINUM-A DENGAN PANDUAN ULTRASONOGRAFI SEBAGAI TERAPI SINDROM PIRIFORMIS REKUREN: SERIAL KASUS. Majalah Kedokteran Neurosains Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia, 37(4). https://doi.org/10.52386/neurona.v37i4.178

Terbitan

Bagian

Articles