PALIDOTOMI UNTUK PENYAKIT PARKINSON: LAPORAN 3 KASUS

Penulis

  • Muhammad Agus Aulia SMF Bedah Saraf Departemen Bedah RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta
  • Adolf Setiabudi SMF Bedah Saraf Departemen Bedah RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta
  • Handrianto Setiajaya SMF Bedah Saraf Departemen Bedah RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta
  • Agus Yunianto SMF Bedah Saraf Departemen Bedah RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta
  • Lukman Ma’ruf SMF Bedah Saraf Departemen Bedah RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.52386/neurona.v35i3.13

Abstrak

PALLIDOTOMY FOR PARKINSONS DISEASE: REPORT OF 3 CASESABSTRACTPallidotomy for Parkinson’s disease has recently developed in Indonesia for the last 6 years. Unlike Deep Brain Stimulation (DBS) implantation, Pallidotomy procedure is fully covered by Indonesian National Health Insurance, therefore it is expected that this procedure could be perform to all indicated Parkinson’s Disease (PD) patients. The Indonesian Central Army Hospital is one of the few neurosurgery center that performed pallidotomy for PD patient in Indonesia, since 2017. This report evaluated the first 3 PD cases underwent pallidotomy in the hospital. The Unified Parkinson Disease Rating Scale (UPDRS)-motoric was used to evaluate the motor function pre- and post-pallidotomy. There were improvements of the UPDRS score post pallidotomy compared to baseline in On and Off condition. Pallidotomy can be part of management in PD patient with motor complication in spite of optimal medication.Keywords: Pallidotomy, Parkinson’s disease, Unified Parkinson’s Disease Rating Scale (UPDRS)ABSTRAKTindakan palidotomi untuk kasus Parkinson, merupakan prosedur yang baru dikembangkan di Indonesia sejak 6 tahun terakhir. Tidak seperti pemasangan deep brain stimulation (DBS), prosedur palidotomi ditanggung oleh jaminan kesehatan nasional Indonesia (BPJS), oleh karena itu diharapkan layanan ini dapat mencakup seluruh pasien Parkinson di Indonesia. Belum banyak pusat bedah saraf di Indonesia yang melakukan prosedur ini, antara lain RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta sejak akhir tahun 2017. Tulisan ini mengevaluasi 3 kasus pertama pasien Parkinson yang dilakukan palidotomi di RSPAD Gatot Soebroto. Dengan menggunakan instrumen Unified Parkinson Disease Rating Scale (UPDRS)-motorik, dilakukan evaluasi pre- dan pascaoperasi. Terdapat perbaikan skor pascaoperasi baik saat off dan saat on dibandingkan dengan skor awal. Oleh karena itu palidotomi dapat menjadi pilihan terapi pada pasien Parkinson dengan komplikasi motorik meski sudah mendapat terapi medikasi yang optimal.Kata kunci: Palidotomi, penyakit Parkinson, Unified Parkinson Disease Rating Scale (UPDRS)

Biografi Penulis

Muhammad Agus Aulia, SMF Bedah Saraf Departemen Bedah RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta

      

Adolf Setiabudi, SMF Bedah Saraf Departemen Bedah RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta

    

Handrianto Setiajaya, SMF Bedah Saraf Departemen Bedah RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta

   

Agus Yunianto, SMF Bedah Saraf Departemen Bedah RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta

  

Lukman Ma’ruf, SMF Bedah Saraf Departemen Bedah RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta

 

##submission.downloads##

Diterbitkan

2018-06-01

Cara Mengutip

Aulia, M. A., Setiabudi, A., Setiajaya, H., Yunianto, A., & Ma’ruf, L. (2018). PALIDOTOMI UNTUK PENYAKIT PARKINSON: LAPORAN 3 KASUS. Majalah Kedokteran Neurosains Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia, 35(3). https://doi.org/10.52386/neurona.v35i3.13

Terbitan

Bagian

Articles