Pendekatan Diagnosis Dan Manajemen Chorea Pada Kondisi Hiperglikemia Hiperosmolar Non Ketotik

Penulis

  • Valentina Tjandra Dewi Residen Neurologi, Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, RSUP Sanglah, Denpasar, Bali
  • Sri Yenni Trisnawati Staff Pengajar, Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, RSUP Sanglah, Denpasar, Bali
  • Dewa Putu Gde Purwa Samatra Staff Pengajar, Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, RS Universitas Udayana, Bali, Indonesia

Abstrak

Chorea diklasifikasikan berdasarkan etiologinya sebagai chorea primer dan sekunder. Chorea primer bersifat idiopatik/genetik, sementara chorea sekunder terkait dengan infeksi, gangguan metabolik dan endokrin, imunologi, serta obat-obatan. Salah satu gangguan metabolik yang dapat memicu terjadinya chorea adalah kondisi hiperglikemia yang umumnya didapati pada penderita diabetes mellitus (DM) yang tidak terkontrol. Laki-laki berusia 70 tahun datang ke IGD dengan keluhan munculnya gerakan involunter yang tidak ritmis dan tampak seperti gerakan menari pada sepanjang ekstremitas atas kirinya hilang timbul sejak 4 jam sebelum masuk rumah sakit. Gerakan tersebut bertambah saat pasien melakukan gerakan bertujuan tertentu. Pasien memiliki riwayat DM tipe-2 tidak terkontrol dengan hasil glukosa darah sewaktu datang ke rumah sakit 926 mg/dL dan HbA1C 15,4%. Regulasi glukosa darah secara gradual dilakukan oleh bagian endokrinologi dengan rehidrasi dan pemberian drip insulin kerja cepat. Malam hari saat pasien tidur gerakan involunter tidak muncul. Gejala chorea yang dialami pasien menghilang dalam 24 jam setelah glukosa darah terkontrol dan dengan penambahan obat antagonis reseptor dopamin. Penegakan diagnosis dan etiologi chorea membutuhkan evaluasi komprehensif yang mencakup riwayat penyakit, pemeriksaan neurologi, laboratorium dan pencitraan. Hasil CT-scan kepala non kontras pasien mengesankan adanya infark serebral lakunar kronis pada area ganglia basalis kanan dan kiri. Tatalaksana chorea sangat ditentukan oleh etiologi spesifik yang mendasari terjadinya gerakan involunter tersebut. Sebagian besar kasus chorea yang diinduksi oleh hiperglikemia non ketotik memiliki prognosis yang baik, begitu pula pada kasus chorea pada stroke iskemik dengan pemberat hiperglikemi non ketotik. Regulasi glukosa darah merupakan terapi yang paling utama, sementara obat-obatan antagonis reseptor dopamin terkadang dibutuhkan pada kasus dimana gerakan involunter tidak membaik optimal hanya dengan penurunan kadar glukosa darah. Kata Kunci: chorea, hiperglikemia non ketotik, gerakan involunter

##submission.downloads##

Diterbitkan

2022-09-27

Cara Mengutip

Dewi, V. T., Trisnawati, S. Y., & Samatra, D. P. G. P. (2022). Pendekatan Diagnosis Dan Manajemen Chorea Pada Kondisi Hiperglikemia Hiperosmolar Non Ketotik. Majalah Kedokteran Neurosains Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. Diambil dari https://ejournal.neurona.web.id/index.php/neurona/article/view/346

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama