GAMBARAN ARSITEKTUR TIDUR PADA PASIEN TUMOR OTAK YANG MENGALAMI GANGGUAN TIDUR

Penulis

  • Yesi Astri Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta
  • Manfaluthy Hakim Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta
  • Tiara Aninditha Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta
  • Astri Budikayanti Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta
  • Renindra Ananda Aman Departemen Bedah Saraf, Fakultas Kedokteran Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta

Abstrak

Pendahuluan: Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) merupakan alat ukur penapisan gangguan tidur. Evaluasi klinis lanjutan yang dilakukan terhadap pasien ini adalah dengan instrumen yang spesifik. Polisomnografi (PSG) merupakan gold standard untuk mendiagnosis gangguan tidur yang akan menghasilkan luaran berupa arsitektur tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran arsitektur tidur pada pasien tumor otak. Tujuan: Mengetahui gambaran arsitektur tidur pada pasien tumor otak. Metode: Studi ini bersifat deskriptif dengan metode potong lintang. Pasien poor sleepers akan dilakukan pemeriksaan PSG. Hasil: Subjek penelitian terdiri dari 14 laki-laki dan 26 perempuan, dengan rerata usia 45,5±11,7 tahun. Tumor tersering adalah meningioma (42,5%) dengan keterlibatan lesi di lobus frontal dan sela-suprasela sebesar 40% dan 27,5%. Sebanyak 77,5% subjek menilai kualitas tidurnya kurang, kesulitan memulai tidur >3 kali seminggu dialami oleh 60% subjek. Lama tidur malam yang kurang dialami oleh seluruh subjek dan mayoritas subjek memiliki efisiensi tidur yang kurang (87,5%). Nyeri kepala sering dialami saat tidur di malam hari (60%). Subjek pernah mengkonsumsi obat tidur untuk keluhan tidur tersebut (50%). Mayoritas subjek mengalami gangguan aktivitas di siang hari (85%). Polisomnografi menunjukkan pemendekan sleep latency, berkurangnya sleep efficiency, total sleep time, persentase N2, persentase N3, persentase REM, arousal index 8,9 (0,4-36,9), dan peningkatan persentase N1. Terdapat kemaknaan secara statistik antara durasi tidur <5 jam dengan berkurangnya N3. Diskusi: Terdapat abnormalitas arsitektur tidur pada pasien tumor otak yang mengalami gangguan tidur. Berkurangnya durasi tidur secara subjektif berhubungan dengan pemendekan N3 pada pemeriksaan PSG. Kata Kunci: arsitektur tidur, pittsburgh sleep quality index, polisomnografi, tumor otak

##submission.downloads##

Diterbitkan

2021-03-01

Cara Mengutip

Astri, Y., Hakim, M., Aninditha, T., Budikayanti, A., & Aman, R. A. (2021). GAMBARAN ARSITEKTUR TIDUR PADA PASIEN TUMOR OTAK YANG MENGALAMI GANGGUAN TIDUR. Majalah Kedokteran Neurosains Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia, 38(2). Diambil dari https://ejournal.neurona.web.id/index.php/neurona/article/view/195

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>